Tanpa Kejelasan, Honor RT dan RW Dipotong Foker-C

Lembarberita.co.id, Cilegon – Tanpa kejelasan pasti, Honor RT dan RW di Kota Cilegon Dipotong oleh pengurus Forum Kerja Rukun Tetanggan dan Rukun Warga (Foker-C).

Setelah beberapa tahun terjadi pemotongan honor tersebut, beberapa RT dan RW mempertanyakan potongan tersebut kepada Foker C, dan hasilnya tidak ada kejelasan pasti apa peruntukan dari pemotongan tersebut. Hal ini, Disampaikan salah satu RT yang tida mau disebutkan namanya.

Dikatakannya, dari pemotongan tersebut dirinya tidak pernah diajak musyawarah untuk pemotongan honararium pengurus RT dan RW.

“Selama saya menjabat sebagai ketua RT lebih dari 5 tahun menjabat, saya belum pernah diajak musyawarah baik secara resmi diundang oleh pengurus Foker-C Kota Cilegon, ataupun secara keleluargaan ngobrol santai untuk pembahasan atau musyawarah untuk memotong hanor saya sebagai ketua RW yang nominalnya tidak seberapa.” Ujarnya.

Masih kata RT tersebut mengatakan, dirinya sangat menyayangkan dengan apa yang dilakukan oleh pihak pengurus Foker-C, yang memotong honaririum ketua RT dan RW tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas.

“Jelas saya sangat kecewa dengan sistem kepengurusan Foker-C yang diketua oleh Kusmeni, dan kusmeni sudah 2 priode menjabat tidak pernah ada laporan penggunaan anggaran Foker-C kepada anggota, padahal hak kita yang dipotong 200 ribu per awal semester, jika dikalikan jumlah ketua RT dan RW se-Kota Cilegon yang jumlah keseluruhan RT dan RW kurang lebih 1400 orang, maka jika diakumulasi total uang yang terkumpul sebesar 280 juta, dan kemana uang tersebut digunakannya dan apakah pengurus Foker-C ada laporan kepada anggotanya, jika ada mana buktinya dan jika tidak pernah ada laporan dikemanakan honor kami yang dipotong tiap tahunnya.” Terangnya dengan nada kesal.

Hal Senada juga dikatakan ketua RW lainnya, yang menjelaskan kekecewaan yang dialaminya terhadap pengurus Foker-C yang tidak trasparan dalam laporan penggunaan anggaran yang dipotong dari honorariun anggota Foker-C.

“Waduh parah itu Foker-C ga jelas honor saya main potong-potong aja tanpa ada musyawarah dan penggunaanya juga ga jelas itu untuk apa dan seharusnya wartawan mendorong agar institusi penegak hukum bertindak kapan perlu pemerintah kota cilegon mengaudit Foker-C agar kami jelas kemana larinya uang kami yang dipotong secara sepihak oleh pengurus Foker-C.”jelasnya dengan nada emosi.

Selain itu, untuk mendapatkan informasi pemotongan tersebut, Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kota Cilegon melayangkan surat permohonan permintaan informasi laporan penggunaan anggaran pemotongan honorarium RT dan RW kepada pengurus Foker-C Kota Cilegon untuk pemberitaan yang berimbang, akan tetapi sampai saat ini pengurus Foker-C belum memberikan balasan surat yang PWRI layangkan sehingga membuat ketua DPC PWRI Kota Cilegon H. Ahmad Sudrajat angkat bicara.

“Sesuai dengan UU No 14 Tahun 2008 tetang keterbukaan informasi publik ( KIP) yang dimana kami membutuhkan informasi tersebut sebagai bahan pemberitaan teman-teman wartawan yang tergabung di dalam keorganisasian DPC PWRI Kota Cilegon maka saya menghimbau kepada pengurus Foker-C Kota Cilegon agar memberikan informasi dan data yang kami butuhkan dan jika surat kami tidak diindahkan maka kami akan melakukan upaya hukum yang tertuang didalam Pasal 52 UU No. 14 Tahun 2008 yang dimana dalam pasal tersebut dijelaskan.

“Badan publik yang dengan sengaja tidak menyediakan, tidak memberikan, dan/atau tidak menerbitkan informasi publik berupa informasi publik secara berkala, informasi publik yang wajib diumumkan secara serta-merta, informasi publik yang wajib tersedia setiap saat, dan/atau informasi publik yang harus diberikan atas dasar permintaan sesuai dengan UU ini, dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dikenakan pidana kurungan paling lama satu tahun dan/atau pidana denda paling banyak 5 juta rupiah,” jelasnya. (Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *