Kepala Bidang Binamarga Kota Cilegon Anggap KADIN PB Berbau POLITIK

Lembarberita.co.id, Cilegon – Adanya indikasi Ketidak Sepahaman antara Pihak Kamar Dagang Industri Paradigma Baru (KADIN PB) dengan pihak pemerintah daerah terucap oleh Kabid Binamarga Pekerjaan Umum Kota Cilegon.

Pada saat awak media menyambangi Tempatnya kerja untuk mengkonfirmasikan perbaikan jembatan jls tercetus dari steitmen Kepala Bidang Binamarga Kota Cilegon H. Hilmi. (28/06)

“Waduh kalau bawa-bawa Kadin PB mendingan udah-udah, berbaur Politis itu mah.”ujar Hilmi sambil meninggalkan awakmedia

Sementara itu Faturohman Selaku ketua KADIN PB saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya menyampaikan, Kamar Dagang Industri Paradigma Baru (KADIN PB) membentuk kelompok Kerja (Pokja) bentuk dari kepedulian kepada masyarakat Kota Cilegon tidak ada unsur Politik sedikitpun. (29/06)

“Kita (KADIN PB) membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Jembatan jls murni hanya ingin membatu pemerintah daerah bersama dengan industri untuk menjembatani dan mendorong pihak-pihak yang terkait agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota cilegon dengan memperbaiki Jembatan jls yang sempat ambrol dibeberapa waktu yang lalu, apa lagi pihak industri pun menikmati fasilitas jalur jls tersebut dan itu semua murni faktor kemanusian bukan faktor politis yang diungkap sesuai dengan kepala bidang binamarga kota cilegon yaitu H. Hilmi.”ujar Ketua Kadin PB

Faturohman pun menambahkan menurut kajian konsultan Kadin PB anggaran yang diserap oleh pemerintah untuk perbaikan jembatan jls yang sempat ombrol pada bulan lalu cukup menghabiskan anggaran sebesar 1,5 Milyard saja itupun sampai dengan tahap finising.

“Menurut hasil perhitungan dari Konsultan Tehnik KADIN PB anggaran yang akan terserap untuk perbaikan jembatan jls sampai dengan selasai tidak melebihi anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) yaitu sebesar 1,5 Milyard, dan jika pihak PU sudah melakukan pekerjaan perbaikan jembatan JLS yang ambrol dengan menghabiskan anggaran 1,5 Milyard menurut saya sangat disayangkan dan patut dipertanyakan team pengkajiannya dasarnya dari mana ko nyampe sebesar itu.”jelas Faturohman (Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *