Kasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Kota Cilegon Diindikasi Melakukan Tindakan Pidana Gratifikasi

Lembarberita.co.id, Cilegon – Tindak pidana gratifikasi diatur dalam UU 31 tahun 1999 dan UU 20 tahun 2001. Dalam UU 20 tahun 2001 diatur sanksi tindak pidana gratifikasi, yaitu pada pasal 12 dimana ancamannya adalah dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Sebagai pihak penerima gratifikasi, berdasarkan ketentuan Pasal 12C, Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Jo. Undang-Undang No. 20 tahun 2001 adalah, Pegawai negeri/Aparatur Sipil Negara (ASN) atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya

Saat lembarberita.co.id menyambangi salah satu Kepala Sekolah Madrasah Di Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya terkait adanya permintaan uang transport dan THR oleh Drs Hj Titim Fatimah, MM selaku Kasi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cilegon. (05/06)

“Waduh saya lagi pusing, bu Kasi minta uang THR ke saya padahal kita aja disini buntang banting mikirin dana THR buat temen-temen guru dan kalaupun kita mau ngasih ya minimalnya aja ngasihnya sekitar 500.000,- .” keluhnya kepada Redaksi lembarberita.co.id

Dirinya pun merasa keberatan dengan kebiasaan yang sering dilakukan oleh Kasi Madrasah Kementrian Agama Kota Cilegon .

“Ya kan bu Kasi bukan meminta THR kepada kepala sekolah saja tetapi setiap anggaran bantuan dari pihak pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat selalu meminta uang transport padahal dalam anggarannya juga ada buat transport mah jd kenapa harus minta ke kita-kita lagi sih.” Tambah sumber.

Masih lanjut sumber, selain uang transport, Kasi Madrasah Kemenag Kota Cilegon juga meminta uang tanda tangan.

“Bukan hanya meminta uang transport aja, tetapi bu kasi pernah minta uang tandatangan kepada guru-guru saya buat ngurus sertifikasi kalau kita ga ngasih ya ga enak soalnya selalu bilang “berkat saya madrasah bapa dapat bantuan dan berkat saya juga sertifikasi guru-guru bapa bisa dicairkan dan saya hanya minta uang transport aja seiklasnya” jadi kalau kita ga ngasih ya ga enak dan kalau kita ngasih itu atas dasar terpaksa.” Jelasnya.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Cilegon Drs Hj. Titim Fatimah MM saat dikonfirmasi lembarberita.co.id di ruang kerjanya di kantor Kemenag Kota Cilegon yang beralamat di Kel. Ciwedus Kec. Cilegon – Banten mengelak dengan adanya keluhan dari salah satu Kepala Sekolah Madrasah tersebut.

“Ga bener itu, saya mah ga pernah melakukan perbuatan yang diungkapkan sumber dan saya merasa tidak terima karena merasa difitnah dan silahkan tanya kepada kepala sekolah yang hadir disini, saya mah udah bisa bantu aja udah syukur alhamdulillah, dan lagi pula saya kan ada honor buat trasportnya jadi hal yang tidak mungkin saya melakukan apa yang sumber katakan.” Kilah Titim.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *