Panit 1 Reskrim Polsek Pulo Merak “No Coment”, Ketua Banteng Muda Indonesia Angkat Bicara

Lembarberita.co.id, Cilegon – Tidak berkomentarnya pihak penegak hukum Polsek Pulo Merak terkait adanya indikasi lapak “kencingan” kimia di Lingkungan Sumur Wuluh Kelurahaan Gerem Kecamatan Grogol Kota Cilegon menuai pertanyaan dari aktivis lingkungan hidup kota cilegon.

Sesuai yang di ungkap Supriyadi, ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cilegon saat ditemui di Kantor DPC PDIP Kota Cilegon, menuding ketidak mampuan pihak kepolisian Polsek Pulo Merak yang di lontarkan oleh Panit 1 Reskrim Polsek Pulo Merak yang enggan berkomentar. (06/06)

“Jika seorang penegak hukum yang menjabat sebagai Kepala Unit 1 Reskrim Polsek Pulo Merak berstatemen no coment itu tidak logis menurut saya, seharusnya pihak penegak hukum segera menindak lanjuti pemberitaan dari media lembarberita.co.id jangan bilang no coment dikarenakan takut salah, tetapi segera menindak lanjuti karena ini sudah jelas ada kegiatan illegal.” Ujar Yadi.

Supriyadi pun menambahkan adanya indikasi lapak “kencingan” kimia yang berada di wilayah Kota Cilegon bukan hanya satu titik saja tetapi ada beberapa titik dan terlihat terang-terangan tanpa memandang pihak penegak hukum yang ada di Wilayah Sektor setempat.

“Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau di wilayah Kota Cilegon sangat banyak lapak-lapak kencingan kimia atau pun solar tetapi mana peranan pihak penegak hukum, ada tidak tindakan yang dilakukan oleh Polsek setempat ataupun Polres Kota Cilegon, padahal lokasinya itu didepan mata dan aktifitasnya pun terlihat terang-terangan seolah-olah pihak pemilik lapak tidak merasa takut dengan adanya penegak hukum di Wilayah sekitar dan apakah pihak lapak dan pihak penegak hukum ada main mata nyampe-nyampe didiamkan begitu saja padahal itu sudah jelas ada tindakan pelanggaran.” Jelas Yadi.

Sementara itu Riyadi,SH selaku Praktisi Hukum saat diminta tanggapannya menyampaikan sangat menyayangkan dengan respon kepolisian Polsek Pulo Merak yang terkesan tidak tanggap dalam menyikapi informasi adanya indikasi kegiatan illegal.

“Kalau itu lapak kencingan kimia benar adanya itu sudah jelas masuk dalam kegiatan illegal karena barang milik perusahaan yang akan dikirim keperusahaan tetapi ada tindakan-tindakan pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum supir tangki dengan menjual barang perusahaan kepada pihak lain dan hal itu sudah kategori ke pada pencurian dan untuk pemilik lapak itu sudah kategori penadah, maka seharusnya pihak kepolisian segera menindak lanjuti informasi yang diberitakan oleh media lembarberita.co.id ya minimal cek lokasi lah ada barang bukti atau tidak dilapak tersebut.”jelas Riyadi,SH. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *