DPC BMI Kota Cilegon Menyambut Era Baru Atas Hancurnya Rezim Dinasty Korup

Lembarberita.co.id, Cilegon – Korupsi adalah suatu tindakan atau perbuatan buruk, seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya. Korupsi telah menimbulkan banyak masalah yg dapat berdampak pada tingkat kemuskinan dan kesenjangan sosial pada masyarakat luas.

Di Kota Cilegon sendiri korupsi merupakan sebuah catatan kelam sebab, dua walikota yang merupakan ayah dan anak itu tersandung kasus korupsi. Pada tanggal 7 maret 2013 ayah dari TB iman aryadi tersandung masalah korupsi terkait masalah pembangunan tiang pancang yang mengakibatkan pengadilan tinggi negeri serang memvonis tiga tahun dan enam bulan penjara. Dan beberapa waktu lalu TB iman aryadi yg menjadi walikota cilegon tersandung kasus korupsi terkait atas masalah pembangunan dan perizinan.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Banteng Muda Indonesia (BMI) mengadakan kegiatan syukuran pesta rakyat di Jungle Park (Depan Hotel The Royal) Cilegon atas hasil putusan Pengadilan Tinggi Negeri Serang terkait dengan TB Iman Aryadi yg telah berstatus terpidana korupsi atas dasar pembangunan dan perizinan di Kota Cilegon. (06/06)

Dalam kegiatan tersebut,DPC BMI Kota Cilegon menyatakan petisi sesuai kaidah hukum dengan Tap MPR NO 03 Tahun 2000 tentang negara bebas KKN, UU NO.28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara bebas dari KKN, UU NO.20 Tahun 2001 :
1. Tolak Politik Dinasty Korup
2. Dukung KPK dalam pemberantasan korupsi di Kota cilegon sampai keakar-akarnya
3. Mendesak DPRD Kota Cilegon tidak memihak kepada oknum praktik politik dinasty
4. Mengajak serta masyarakat kota cilegon untuk bersama-sama menolak korupsi.

Ketua DPC BMI Kota Cilegon, Supriyadi saat diwawancarai Lembarberita.co.id menyatakan bahwa BMI Kota Cilegon menyambut Era Baru atas hancurnya rezim dinasty korup.

“Kami menyambut era baru, dimana cilegon selama 19 tahun telah menggurita terkait dengan rezim dinasty korup yang telah terjadi di kota cilegon”.

Yadi pun menghimbau kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk tidak melukai perasaan rakyat Kota Cilegon.

“Jangan pernah mencederai hati dan perasaan masyarakat Kota Cilegon dengan melakukan tindakan-tindakan yang sangat tercela, menurut kita yaitu korupsi. Pejabat sendiri dipilih untuk mensejahterakan masyarakat serta mempunyai tugas dan fungsi untuk membangun dan jangan sampai pejabat berani melakukan tindakan korupsi untuk kepentingannya sendiri”. Jelas Yadi. (Rdn)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *