Ketua NGO Rumah Hijau Menentang Keras terhadap Penyelenggaraan Kegiatan Iklan Rokok

Lembarberita.co.id – Cilegon, Non Government Organisation (NGO) Rumah Hijau menentang adanya iklan Rokok di Kota Cilegon serta kegiatan Sponsor Rokok di Alun – alun Kota Cilegon.

Menurut pasal 113 dan 116, : sekaligus penyempurnaan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan.
Peraturan Pemerintah (PP) No.109/2012 : tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, Pasal 41 mengatakan : “Penyelenggaraan perlindungan anak dan perempuan hamil terhadap bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau, dilaksanakan secara terpadu dan komprehensif melalui kegiatan pencegahan, pemulihan kesehatan fisik dan mental serta pemulihan sosial”.
Pasal 25 PP No.109/2012 : menyebutkan, bahwa setiap orang dilarang menjual Produk Tembakau dengan Menggunakan mesin layan diri (ATM), dijual kepada anak di bawah usia 18 (delapan belas) tahun, dijual kepada perempuan hamil.

Menurut Perwal Kota Cilegon No.15 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Reklame, Pasal 15 Bagian Kedua mengatakan : “Setiap penyelenggara reklame dilarang : Memasang reklame bertema produk tembakau sebagai berikut yaitu : dekat dengan sarana peribadatan, sarana pendidikan dan sarana kesehatan dalam radius 10 (sepuluh) meter, Di kawasan tanpa rokok, Di jalan protokol, Tidak sejajar dengan bahu jalan dan Memotong jalan atau melintang.”

Kamis, 31 Mei merupakan Hari Tembakau Internasional. Dalam rangka tersebut Pengurus NGO Rumah Hijau menyatakan keberatannya terhadap penyelenggaraan iklan Billboard dan TV MEGATRON yang berbasis promosi rokok di Kota Cilegon karena melanggar aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Supriyadi S.Kom, MM selaku Ketua NGO Rumah Hijau Kota Cilegon menentang keras adanya iklan – iklan rokok yang terpampang di jalur protokoler Kota Cilegon serta kegiatan Cilegon Colth Festival Ramadhan yang akan diselenggarakan di waktu yang dekat ini.(30/05)

“Dengan dasar aturan dan hukum yang berlaku, maka kami menentang Keras terhadap penyelenggaraan kegiatan Iklan Billboard yang disponsori oleh perusahaan rokok manapun dengan dalih apapun yang ada di Kota Cilegon, dan jika pada saat acara Cilegon Colth Festival Ramadhan kami menemukan pelanggaran di lapangan pada saat berlangsung acara, sesuai yang sudah ditentukan oleh hukum yang berlaku di negara kita maka kami akan melaporkan persoalan ini ke KEMENTRIAN KESEHATAN RI dan DPRD Kota Cilegon.” Tegas Supriyadi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *