Polsek Cipocok Jaya Berbagi Ta’jil

Lembarberita.co.id, Serang- Pengendara motor dan mobil yang sedang melintas di Jalan Raya Petir (Cipocok jaya) tiba-tiba diberhentikan oleh puluhan anggota polisi, TNI, serta ibu-ibu Bhayangkari di depan Mapolsek Cipocok Jaya, Selasa (22/5/18).

Sejumlah pengendara motor dan mobil sempat kebingungan dan khawatir karena dikira ada razia kendaraan. Namum seketika wajah pengendara motor dan mobil mendadak tersenyum gembira, karena anggota polisi, TNI, dan ibu-ibu Bhayangkari tersebut sedang membagi-bagikan takjil Ramadan kepada setiap pengendara yang melintas di Jalan Raya Petir.

Kompol Syarifuloh selaku Kapolsek Cipocok Jaya mengatakan, sebanyak 120 takjil telah di sediakan dan akan dibagikan kepada pengendara motor maupun mobil. Menurut Kompol Syarifuloh, pembagian takjil yang di selenggarakan tersebut sebagai momentum untuk berbagi antarsesama umat Islam di bulan Ramadan.

“Kami mengadakan kegiatan ini hanya berbagi saja kepada semua manusia, apalagi kita sesama umat Muslim harus saling berbagi, mungkin banyak Pejalan kaki yang di khawatir tidak dapat takjil, mungkin dengan kegiatan kami ini bisa sekadar membantu,” ujarnya, di sela-sela kegiatan.

Polsek Cipocok Jaya yang telah bekerja sama dengan Koramil, kecamatan, dan Bhayangkari dalam pembagikan takjil tersebut, Ia berharap dalam hal momentum seperti ini akan datang kembali di tengah banyaknya agenda kegiatan yang lain.

“Pembagian takjil yang kami lakukan Ini yaitu yang pertama pertama di lakukan, untuk selanjutnya mungkin lihat moment lagi, karena masih banyak kegiatan-kegiatan kami yang lain,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk sedekah dan berbagi sesama manusia dan umat Muslim di bulan Ramadan ini, pembagian takjil tersebut bertujuan untuk mendekatkan korps kepolisian dengan masyarakat. “Kami inisiatif saja, di samping kami melakukan sebuah pelayanan kepada masyarakat, tetapi kami juga berbagi dalam hal takjil ini,” ucapnya.

Seorang pengendara yang sempat ditemui lembarberita.co.id, ibu Vina mengatakan, ia kaget saat melihat banyak anggota kepolisian, TNI , serta ibu-ibu Bhayangkari yang menyetop kendaraan dan menghampiri kendaraan yang terjebak padatnya kemacetan sore hari di bulan Ramadan. Namun, saat dia mengetahui, bahwa mereka menghampiri untuk memberikan takjil, dia senang. “Sempat kaget saya pas di berhentikan oleh pak polisi di kirain ada operasi, mana saya engga bawa surat-surat, tapi saya senang pas tahu pak polisi dan yang lain sedang bagi-bagi takjil,” tuturnya dengan muka yang penuh gembira. (Nardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *