Persiapan Hadapi Bulan Puasa, Kemendag Sinergikan Stabilisasi Pasokan dan Harga Bapok di Banten

Lembarberita.co.id – Serang, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina melakukan kunjungan kerja ke Serang – Banten, guna memantau kesiapan provinsi dan kabupaten/kota di Banten dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. Dalam kunjungan kerjanya, Srie Agustina menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H yang berlangsung di Pendopo Kantor Gubernur Provinsi Banten, hari ini, Jumat (11/5).

Rakorda tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Provinsi Banten Enong Nurhayati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten beserta jajaranya.

Dalam pengarahannya Srie Agustina mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha harus bekerja sama dalam menerapkan langkah antisipasi dini, demi menjaga kecukupan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) di daerah-daerah, dalam rangka menekan andil dan inflasi kelompok bahan makanan pada periode puasa dan lebaran 2018.

Dikatakan bahwa Kemendag akan menerapkan empat langkah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok menjelang HBKN khususnya menjelang bulan puasa dan Lebaran.

” Keempat langkah tersebut adalah penguatan regulasi melalui penerbitan Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Pembelian di Konsumen untuk komoditi berikut yaitu
Daging sapi Rp. 105.000/kg (paha belakang), Rp. 98.000/kg (paha depan), Rp. 80.000/kg (sanding lamur) dan Rp. 50.000/kg (tetelan).
Daging ayam ras Rp. 32.000/kg, telur ayam Rp. 22.000/kg,
Bawang merah Rp. 32.000/kg,
Jagung (di industri pakan) Rp. 4.000/kg,
Kedelai (di pengrajin tahu/tempe) Rp. 9.200/kg (lokal) dan Rp. 6.800/kg (impor),” tuturnya.

Sementara itu, untuk komoditi beras pemerintah telah mengeluarkan permendag No. 57/2018 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras untuk jenis medium dan premium yang dibagi berdasarkan beberapa wilayah, wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi
HET beras medium Rp. 9.450/kg dan beras premium Rp. 12.800/kg.
Sumatera lainnya, Kalimantan, NTT, HET beras medium Rp. 9.950/kg dan beras premium Rp. 13.300/kg. Sedangkan untuk wilayah Maluku dan Papua, HET beras medium Rp. 10.250/kg dan beras premium Rp. 13.600/kg. Penguatan regulasi juga dilakukan lewat Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bapok.

Adapun untuk gula pasir, Kemendag bersama Satgas Pangan akan terus mengawasi,
HET gula yaitu Rp12.500/kg. Kemendag juga mewajibkan produsen minyak goreng mengalokasikan 20% produksinya untuk dikemas dalam kemasan sederhana, dijual seharga Rp11.000/liter dan dalam bentuk curah dengan harga Rp10.500/liter. Ritel modern juga diwajibkan menyediakan minyak goreng kemasan sederhana.
Kemendag juga akan melakukan pengecekan terkait realisasi impor daging sapi. Daging beku dengan HET Rp. 80.000/kg harus tersedia bagi konsumen untuk mendapatkan daging dengan harga yang terjangkau.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan harga dan pasokan beras tetap stabil sebelum dan saat bulan puasa, serta saat lebaran, maka mulai 13 April 2018, Kemendag telah mewajibkan seluruh pedagang beras di pasar rakyat untuk menjual beras medium sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sejalan dengan hal tersebut, diwajibkan untuk menyediakan beras premium yang dijual sesuai dengan ketentuan HET,
“ Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan BULOG agar beras BULOG kualitas medium bisa ke pasar rakyat,” terangnya.

(Siti Masunah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *