Pengawasan Jelang Ramadhan, Disperindag Lebak Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Lembarberita.co.id – Lebak Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat menemukan makanan dan jajanan mengandung zat berbahaya mengandung pengawet formalin, boraks, methanyl yellow dan rhodamine B. Produk aneka makanan yang mengandung zat berbahaya ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak.

“Jelang Ramadhan, kemarin kami melakukan pengawasan makanan ke sejumlah pasar tradisional di Lebak. Kami memberikan toleransi bagi pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya itu. Aneka makanan yang mengandung formalin, rhodamine B dan methanyl yellow itu terdapat pada ikan asin, baso, cilok dan tahu goreng,” ujar Kepala bidang (Kabid) Perdagangan, Disperindag Kabupaten Lebak, Saepudin, di Rangkasbitung, Sabtu (12/05/2018).

Dijelaskan, pihaknya hingga kini masih memberikan toleransi bagi pedagang yang menjual zat berbahaya dan tidak diproses secara hukum. Namun, jika mereka mengulang atau mengedarkan produk makanan yang berbahaya bagi kesehatan manusia kemungkinan bisa dijerat hukum.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat sesuai Pasal 62 poin 1 dan 2 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kami harap pedagang tidak mengulang lagi menjual makanan yang mengandung zat berbahaya,” terangnya.

Masih katanya, pengawasan makanan itu melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP dan Kepolisian. Petugas pengawasan tersebut, lanjutnya, mengambil sampel makanan dari pedagang untuk ditindaklanjuti pemeriksaan di laboratorium milik Pemkab Lebak.

“Guna mengetahui adanya penggunaan zat berbahaya dilakukan pemeriksaan laboratium dan kami minta masyarakat agar tetap berhati-hati mengkonsumsi makanan karena khawatir mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan,” pungkasnya.

(Ujang Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *