Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Klarifikasi adanya Indikasi Politisasi Dalam Acara Hari Lahir Al-Khairiyah

Lembarberita.co.id – Cilegon, Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPC Kota Cilegon mengklarifikasi terkait adanya indikasi Politisasi (Numpang Eksis) dari Partai Politik atas kegiatan hari lahir (Harlah) Al- Khairiyah ke 93 Dikota Cilegon yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (Ir. H. Joko widodo)

Sesuai yang diungkap Reno Yanuar selaku Ketua DPC PDIP Kota Cilegon saat Konfrensi Pers dalam acara santunan anak yatim piatu yang dilaksanakan di Hotel The Royal Krakatau mengklarifikasi dengan adanya indikasi Politisasi dalam acara Harlah Al-Khairiyah yang sempat diberitakan oleh beberapa Media Online.(11/05)

“Tidak ada politisasi partai politik didalam acara hari lahir Al-Khairiyah yang ke-93, PDIP Kota Cilegon, kami memprogramkan kegiatan ini jauh-jauh hari bahkan saya sendiripun baru mengetahui adanya acara Harlah Al-Khairiyah yang ke 93 tahun hari ini, yang dimana dalam acara Al-Khairiyah mengundang Pak Presiden Jokowi jadi saya baru tau kemaren-kemaren ini sedangkan acara santunan anak yatim ini kita programkan kisaran beberapa bulan yang lalu jadi tidak ada keniatan untuk mempolitisasi acara hari lahir Al-Khairiyah ke-93.”ujar Reno

Masih lanjut Reno “pemberitaan-pemberitaan yang sempat diberitakan oleh teman-teman media itu terlalu berlebihan kami disini hanya ingin berbagi dengan masyarakat kecil, karna Partai PDIP adalah Partainya wong cilik (partainya orang kecil) dan untuk kedatangan Pak Presiden Jokowi Kekota Cilegon itu bentuk dari rasa syukur kami, maka dalam acara santunan anak yatim piatu ini kami mendoakan keselamatan untuk Pak Presiden Jokowi semoga di tahun 2019 kembali terpilih menjadi Presiden untuk dua periode, dan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar lebih maju dan lebih berkembang.” ujar Reno Yanuar

Senada dengan Reno Yanuar, Supriyadi selaku ketua Banteng Muda Indonesia menanggapi pemberitaan dari beberapa Media Online terkait adanya indikasi Politisasi oleh partai politik dalam acara hari lahir Al-Khairiyah yang ke 93 tahun.

“Ini bukan masalah persoalan politisasi karena pada dasarnya kami mengadakan kegiatan yang sangat mulia ini sebagai bentuk upaya kepedulian Ketua Partai PDIP Kota Cilegon kepada masyarakat Kota Cilegon, dengan melaksanakan kegiatan yang mulia ini kami memanjatkan doa agar negara kita lebih maju dan lebih sejahtera.”ujar Supriyadi

Supriyadi pun menambahkan dengan adanya pemberitaan oleh beberapa media online Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Cilegon mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim piatu ini adalah murni program kerja PDIP Kota Cilegon.

“Dengan adanya pemberitaan kemaren yang sempat diberitakan oleh beberapa Media Online itu tidak terbukti kebenarannya, terkait adanya indikasi Politisasi ulama dan yang lain-lain, karena kami mengadakan kegiatan ini terpisah dengan acara kegiatan Harlah Al-Khairiyah yang ke 93 tahun, dan kegiatan ini adalah murni sebagai salah satu kegiatan program dari Partai PDIP Kota Cilegon maka kami berharap kedepannya tidak ada lagi isu-isu penolak kedatangan Presiden karena bagai manapun juga Presiden adalah sebuah simbol Negara.”jelas Supriyadi (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *