100 Penderita HIV Di Lebak Meninggal Selama Kurun Waktu 2000-2018

Lembarberita.co.id – Lebak, Selama kurun waktu kurang lebih 18 tahun terhitung dari tahun 2000 hingga awal Mei 2018 penderita Human lmmuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Lebak dilaporkan meninggal dunia. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Dr.Firman Rahmatullah di kantornya, Selasa (08/05/2018). Menurutnya penyebaran HIV/AIDS di Lebak dipastikan jumlahnya meningkat. Saat ini, warga yang teridentifikasi positif HIV/AIDS sebanyak 203 orang dan diantaranya 100 orang telah meninggal. Kemungkinan penderita yang masih hidup sebanyak 103 orang itu berpotensi menularkan kepada orang lain.

“Kami berharap Pemkab Lebak bisa melakukan penertiban lokasi-lokasi yang rawan penularan HIV/AIDS,” tuturnya.

Masih menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, selama ini penyakit HIV/AIDS belum ditemukan obatnya dan dalam waktu panjang bisa mengakibatkan kematian. Penyebaran penyakit yang mematikan itu dipastikan meningkat dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2017 lalu ditemukan kasus baru sebanyak 4O orang dan mereka kebanyakan usia produktif” ungkapnya.

Ironisnya, lanjut dia, sebagian besar penderita adalah ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya yang terlebih dahulu positif HIV/AIDS. “Kami berharap partisipasi masyarakat dan keluarga dapat mencegah penyebaran penyakit yang mematikan itu,” pungkasnya. (Ujang Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *