Tolak Kehadiran Jokowi Di Cilegon

Lembarberita.co.id – Cilegon, Sejumlah Masa yang tergabung dalam PPMC melakukan aksi demonstrasi di depan pagar Gedung DPRD Kota Cilegon, Senin (07/05).

Mereka menolak kehadiran Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke cilegon, pasalnya presiden di anggap menciderai hati warga indonesia yang sampai saat ini kehadiran warga asing buruh kasar untuk bekerja di industri wilayah cilegon ini di bebaskan atau di legalkan oleh perpres yang pada 26 Maret 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, Dalam Perpres ini disebutkan, penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dilakukan oleh Pemberi Kerja TKA dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu, yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar tenaga kerja dalam negeri, ungkap Mulyadi Kordinator Lapangan Aksi Demonstrasi PPMC.

Kata dia, buat apa datang ke cilegon kalau tidak pro rakyat, padahal Jokowi pernah mengatakan 66 janji di antaranya yaitu 10 juta tenaga kerja indonesia, mempermudah tenaga kerja buruh indonesia, menurutnya 65 janji itu belum terealisasi, oleh karena itu kami menolak kehadiran jokowi di cilegon, kedua bagaimana caranya menghapus perpres tersebut.

“Sangat miris dengan di bebaskannya tenaga kerja asing non skill di indonesia, seperti ambil contoh di wilayat terate, tukang aduk, tukang las juga orang cina, kecuali tenaga ahli yang di datangkan, hal tersebut mematikan warga indonesia, itu tidak fair, tidak pro, di cilegon sendiri kurang lebihnya ada 300 buruh kasar berasal dari cina”, keluh Mulyadi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *