Sampah Kali Pasar Kranggot Kota Cilegon Menuai Polemik, Masyarakat Sekitar Menjadi Korban

Lembarberita.co.id – Cilegon, Pemandangan tak elok tampak dari jalan lingkungan pasar kranggot Kelurahaan Sukmajaya Kecamatan Jombang.

Kali yang berada di Lingkunga Nyikambang yang didominasi Sampah plastik dan sampah domestik yang menumpuk dan hampir memenuhi seluruh aliran kali. Kali itu berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau tak sedap.

Kali yang lebih dikenal dengan kali Nyikambang yang berada di wilayah Kelurahaan Sukmajaya seolah tak lagi dialiri air, tetapi menjelma bak kali sejuta sampah. (03/05)

Menurut Eri salah seorang yang lingkungan Nyikambang y bahwa kali di sekitar rumahnya itu pernah dibersihkan kisaran beberapa bulan yang lalu.

“Kali pasar kranggot itu pernah dibersihin sama orang dinas kisaran beberapa bulan yang lalu cuma tetep aja, orang yang buang sampahnya juga asal, padahal lahan buat tempat sampahnya sudah disiapin sama pemerintah Kota Cilegon, yaitu tempat pembuangan sampah yang dilahan pasar yang tepat disebelah kali nyikambang, dan faktor ketidak pedulian masyarakat dari luarpun buangnya asal main lempar-lempar aja, bahkan yang lebih parahnya lagi kalau masyarakat ada yang malas jadi sampah itu kadang-kadang dilemparnya ke kali dan kalau yang ngontrak sewaktu-waktu bisa pergi, kalau kami yang sudah menjadi warga sini gimana nasibnya masa harus kena inbasnya aja.” keluhnya

Sementara itu Tedy Machfudi selaku Plt Kabid Pengairan saat di temui Lembarberita.co.id diruang kerjanya menyampaikan, Dirinya sejauh ini sudah sering melakukan pemeliharaan untuk kali yang ada di belakang pasar kranggot sesuai dengan program yang sudah Bidang Pengairan Jadwalkan.

“Kita sering melakukan Normalisasi Kali seperti halnya pada saat Hari Sampah Nasional dan pada saat perbaikan kali di bulan April kemarin, kita selaku bidang yang bertanggung jawab selalu sudah terlalu sering menginformasika kepada Badan Lingkungan Hidup yang membidangi kebersihan tetapi tetap aja gitu-gitu lagi mas”.ungkap Tedi dengan kesal

Tedi pun menambahkan kurangnya pemahaman masyarakat lingkungan terhadap kebersihan kali yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Sebenernya mas tingkat kesadaran masyarakat yang ada dilingkungan sekitar lah yang kurang sadar akan dampak negatif yang akan terjadi jika kali dipenuhi sampah, dan seharusnya pihak Badan Lingkungan Hidup yang membidangi kebersihan sosialisasi dengan pihak kelurahaan melalui RT dan Rw jika sering ada sosialisasi mungkin tingkat kesadaran masyarakat akan tumbuh tapi jika tidak ada kesadaran masyarakat seperti ini tinggal dipertanyakan sosialisasi pihak BLHD dan Kelurahaan udah sejauh mana melakukan sosialisanya.”jelas Tedi dengan Tegas

Ditempat terpisah Edi Juniwin Selaku Sekretaris Kelurahaan Sukmajaya saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan pihak kelurahaan selalu melakukan sosialisasi yang melalui pihak Rt dan Rw.

“Waduh mas kami mah udah sering melakukan sosialisasi mah tapi apa tetep aja seperti itu dan saya akui tingkat kesadaraan masyarakat itu Nihil apa lagi yang dikali nyikambang itu bukan sampah rumah tangga aja melainkan sampah pasarpun ada yang masuk ke kali itu.”jelas Edy

Sementara itu Lembarberita.co.id saat menyambangi Kantor Badan Lingkungan Hidup terlihat Kosong tidak ada satu orangpun pegawai yang berada di Kantor BLHD Kota Cilegon tersebut.(Nrd/Dny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *