Peringatan Hari Malaria Sedunia Turut Dihadiri Oleh Kementrian Kesehatan

Lembarberita.co.id – Pandeglang – Kementrian Kesehatan memperingati Hari Malaria Sedunia (HMS) di Kadu Pinang, Pandeglang, Banten, Minggu (29/4), yang di hadiri oleh Mentri Kesehatan Nila Moeloek, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati pandeglang Irna Narulita
serta seluruh jajaran pemerintahan provinsi Banten.

Negara Indonesia masih rentan akan anak – anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap bahkan tidak pernah mendapatkan imunisasi sedari lahir,
hal itu menyebabkan mereka tertular penyakit berbahaya karena tidak adanya kekebalan terhadap penyakit.

Adapun “data dari direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit , kementrian kesehatan ( kemenkes) RI menunjukan sejak 2014 – 2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya ,” kata Menkes Nila Moeloek.

Dikatakan, Hari malaria sedunia (HMS) tahun ini (2018) menjadi momen bagi pemerintah Indonesia untuk terus gencar memperluas wilayah bebas malaria, HMS yang di gelar bertujuan meningkatkan kesadaran dan komponen bangsa terkait pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi.

“Situasi malaria di Indonesia menunjukan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria , daerah tersebut terutama meliputi Papua, Papua Barat dan NTT,” terangnya.

Selain itu pada 2017 dari jumlah 514 kabupaten /kota di Indonesia , 266 (52%) di antaranya wilayah bebas malaria, 172 kabupaten / kota (33%) endemis rendah, 37 kabupaten. Kota (7%) endemisi menengah dan 39 kabupaten/ kota (8%) endemisi tinggi.

“Saat ini pemerintah Indonesia khusus nya kementrian kesehatan (kemenkes) sudah on the track dalam upaya eleminasi malaria pada 2030 pada tahun 2016 jumlah kabupaten / kota eliminasi malaria sebanyak 247 dari target 245,” ucapnya.

Dalam rangka peringatan hari malaria sedunia tahun 2018, salah satu rangkaian pemantauan penggunaan kelambu anti nyamuk secara serentak di tiga Provinsi kawasan timur Indonesia ( KTI). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan kelambu anti nyamuk yang telah di bagikan secara gratis pada masyarakat.

“Secara Nasional , jumlah kelambu yang di distribusikan untuk seluruh Indonesia sejak tahun 2004 sampai 2017 sebanyak 27,6 juta kelambu, sedangkan pada tahun 2017 dan 2018 kementrian kesehatan telah membagikan 2.824.450 buah kelambu anti nyamuk di 3 Provinsi KTI dengan rincian Papua 1.214.750, Papua Barat 485.700 dan NTT , 1.124.000,” tuturnya.

16 tanggapan untuk “Peringatan Hari Malaria Sedunia Turut Dihadiri Oleh Kementrian Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *